Senin, 08 Juni 2015

Tapiii........#NulisRandom2015

Aku mau tapi...
Aku ingin tapi...
Aku setuju tapi...
Aku akan pergi tapi...
Aku sudah mengerjakannya tapi...
Aku lelah tapi...
Aku suka tapi...
Aku .....aku...tapi..tapi....

ada tapi diantara kita...

tatie

Sabtu, 06 Juni 2015

Tatap, Senyum dan Bicaralah

Berbicara alias ngomong  merupakan hal yang  dapat  dilakukan oleh siapapun. Namun saat harus berbicara didepan secara memukau, menghadapi audiens maka berbicara menjadi hal yang  tidak bisa dilakukan oleh semua orang. Mengapa? Karena hal ini membutuhkan  suatu pengetahuan, membutuhkan teknik dan tentu membutuhkan latihan.

Nah, saya akan coba buka kumpulan aksara ini dengan TSB, sebuah teknik awal yang menolong kita untuk berbicara. Teknik ini digunakan saat kita berbicara dengan siapa saja. Apa yang dimaksud dengan TSB?
Tatap: ini adalah tahap pertama saat kita akan berbicara. Bayangkan jika kita berbicara namun tidak menatap lawan bicara, bisa jadi lawan bicaranya akan pergi meninggalkan kita, atau mereka akan sibuk sendiri tidak memperhatikan kita, karena kitapun tidak menatapnya satu persatu. Tatap disini bukan berarti langsung ke matanya, namun dapat dilakukan dengan menatap keningnya.
Senyum:: wajah yang tidak kaku, senyum yang natural membuat audiens menjadi betah berlama-lama mendengarkan  apa yang kita sampaikan. Senyum itu gratis kan? Jadi ya lakukan saja, tidak perlu bayar tidak perlu keluarkan biaya. Senyum membuat suasana menjadi mencair. Jika kita berbicara lalu wajah kita dalam kondisi cemberut, berkerut-kerut dahinya maka saya yakin kita menjadi malas mendengarkan apa yang disampaikan.
Bicara:: Jika tatap sudah dilakukan, lalu senyum pun sudah menghias wajah kita maka mulailah bicara. Dengan melakukan ini, ketakutan berbicara didepan orang banyak akan perlahan-lahan hilang. Ritme atau intonasi berbicara pun akan berubah, karena kita harus mengatur napas agar dapat menatap, tersenyum dan bicara.

Saya mencoba melakukannya, memang tidak mudah, namun mesti terus dilatih karena ternyata saat kita sudah mulai menguasai diri kita maka bicarapun menjadi lancar.

Yukkkk, kita berlatih TSB agar bicara menjadi lebih menyenangkan. Banyak lagi teknik yang harus kita pelajari, tapi mata ini sudah meminta haknya alias udah ngantukkkkk banget. Nanti kita lanjut dengan teknik yang lain.

Jumat, 05 Juni 2015

Langit Jakarta#NulisRandom2015

Setelah pagi disambut kemacetan
setelah siang tadi mdpat kabar tak mengenakkan
setelah sore tadi sempat dibuat kacau
masalah penginapan
akhirnya malam ini..aku tidur dibawah langit Jakarta. Nyaman dan mjd obat dari lelah aktivitas hari ini.
bagaimana denganmu??
Apa kabar jakarta..?


Kamis, 04 Juni 2015

Delapan tahun yang Lalu#NulisRandom2015

Kita akan mengingat  waktu dengan baik, jika pada waktu tersebut ada sebuah kejadian yang special bagi hidup kita. Spesial karena terlalu sedih, penuh tawa, ataupun ada detail-detail yang tak mungkin hilang begitu saja dari benak.

Begitu pula dengan tanggal ini, 04 Juni delapan tahun yang lalu. Saat semuanya berubah, saat semuanya berganti, saat semuanya menjadi seperti hilang.

Senin pagi, subuh menjelang. Emak panggilan kami terhadap seorang perempuan yang begitu kuat dan istimewa bagi kami merasakan menggigil, kupegang dahinya demam, begitu pula lengan dan lehernya. Kakak sulung yang senantiasa menemani  emak, bertanya. Mo dikasih obat apa?.., aku segera mengambilkan Dumin tablet dan membantunya meminum obat tersebut. Setelah itu, yang dirasakan oleh beliau  adalah menggigil. Aaah…aku bodoh tidak dapat menangkap sinyal dari tubuh beliau. Jam 6 pagi beliau masih berbicara menanyakan kakak yang hendak bekerja ke Jakarta. Apakah sudah siap?...Berangkatlah setelah berpamitan. 

Pukul 08 pagi emak ternyata sudah tidak berbicara, pandangan matanya hanya menatap pintu yang terletak di hadapannya, seakan-akan sedang menatap seseorang disana. Lalu airmatanya jatuh dari ujung matanya. Terbata menanyakan adik bungsu yang baru saja sampai ditempat tugasnya. Pemalang. Hari itu senin dan kami semua bersiap kembali bekerja setelah hari sabtu minggu berkumpul semua.  Melihat kondisinya yang hanya menggeleng dan menatap, maka kami bertanya, Emak ingin ketemu dede lagi? Dan beliau mengangguk. Tak terasa air mata kami menderas menatap wajah dan tubuh kurusnya. Beliau berbaring kurang lebih empat bulan setelah sel-sel jahat itu bermetastase ke tulang dan hampir semua organ lainnya. Panggilan telepon segera kepada kakak yang masih di jalan tol menuju Jakarta, untuk segera kembali ke rumah. Lalu panggilan kepada adik bungsu yang saat itu baru sampai di desa. Untuk segera kembali. Suasana panik dan tangis terdengar di telepon.  
Dengan dibantu ibu kostnya, adik berusaha mencari tiket ke Jakarta, dengan bus lalu dengan kereta. Lelah semalam perjalanan hilanglah sudah, bergegas pulang kembali ke Cilegon dengan jarak tempuh 10 jam-an.  Sms saya kirimkan kepada atasan dimana saya bekerja untuk meminta izin tidak masuk kerja. Maka dari pagi itu kami berkumpul, menatap wajahnya, dan ditemani alunan ayat suci Al-Quran dari kami anak-anaknya. Menjelang dhuhur, kakak laki-laki sampai dirumah. Kondisi sudah berubah. Emak hanya diam, tak ada lagi suara dari beliau. Telepon bordering kembali, adik mengabarkan sudah sampai di Gambir. Alhmdlh perjalanan dipercepat oleh Allah. 
Entah….seperti ingin mengetahui keberadaan putri bungsunya, air mata itu mengalir lagi. Lalu kami hanya bilang, Emak mau nunggu adik ya?....dan linangan air mata itu terus berjatuhan. Dan lagi-lagi pandangan matanya tak lepas dari pintu tersebut. 

Saat jarum jam hampir menunjukkan pukul 4 sore adik datang, pecahlah tangis kami, diciuminya emak kami yang hanya menatap kosong. Lalu tubuhnya mulai dingin, tidak ada lagi tatapan matanya ke pintu tersebut. Hanya dalam hitungan menit, mata beliau tertutup pergi dengan tenangnya. Suhu tubuhnya berubah, perlahan dingin sekali. Entah apa yang terjadi selanjutnya karena kakak dan adik tak sadarkan diri.  21 tahun beliau membesarkan dan mendidik kami dengan kedua tangannya, karena ayah telah meninggalkan kami terdahulu. Lima orang anak dibesarkan dengan kerja kerasnya. Saat semua sudah selesai dengan pendidikan dan diterima bekerja, beliau mengatakan (saat kondisi badannya mulai menurun) bahwa tugas emak sudah selesai yaa.
Maka malam itu bada isya, beliau sudah berbaring ditempat yang lain tidak lagi dirumah hijau. Rumah yang selalu dirawatnya dengan dua pohon mangganya yang besar dan menjadi cirri rumah kami, bunga serta tanaman-tanaman di pot yang membuat rumah kami asri. Lantai yang berwarna hijau, yang menurut beliau, hijau itu membuat hati adem. Dan sejak malam itu kami belajar lebih mandiri, lebih  disiplin terhadap hidup kami. Tidak ada lagi yang mengingatkan kami.

Maka hari ini tepat 8 tahun beliau pergi, saya mengabarkan bahwa rumah hijau ini tetaplah menjadi rumah kami semua. Maaaaaaf sangat…, jika tidak sehijau dulu, beberapa pot sudah berganti, tapi kami mencoba menggantinya dengan tanaman lain. kuping gajahnya sudah tidak ada.
Maaaf jika catnya mulai kusam, tapi kami selalu mencoba menjaga kebersihannya. Maaaf jika pohon mangganya sudah ditebang karena angin besar membuat kami khawatir jika tumbang.  Tetangga, penjual krupuk, penjual ikan, penjual sayur semua merasa kehilangan, tapi mereka ikut menjaga kami.  Sepiiii karena tidak ada lagi suaramu. Tidak ada lagi obrolan sore dengan anak-anak kost yang semuanya memanggil emak.

Tapi setiap liburan, rumah hijau rame…..sekarang ada 7 cucu yang selalu berebut tidur dikamar nenek dan bilang semoga rumah nenek di surga adalah rumah yang besar, hijau, ada pohon mangganya. Walapun adik-adik kecil ini hanya melihat foto dan mendengar cerita tentang semua kebaikan nenek, namun mereka semua selalu bilang ini rumah nenek, ini punya nenek, dan bertanya nenek senang masak apa?...kangen masakan nenek..dan selalu berdoa untuk nenek. Cucu nenek yang paling besar sudah bekerja, yang paling kecil alhamdulilah kemarin sudah bisa berlari.

Untaian doa dalam tiap usai sholat dan dalam kesempatan apapun kami hadiahkan untuk emak dan bapak di sana. Terimakasih untuk semua kasih, dan sayang yang pasti tak bisa terbalas. Perjuangan yang berat karena membesarkan kami seorang diri. Dan perjuangan melawan penyakit itu, dengan semangat yang membuat dokterpun takjub. Namun semua berhenti di senin sore 04 Juni delapan tahun yang lalu. Yakini bahwa ini adalah yang terbaik. Kami sangat bangga kepadamu, dan surga adalah tempat mu. Insyaallah. Berilah kelapangan kubur dan cahaya-Mu ya Rabb.

Banyak yang aku kangenin malam ini darimu, tapi mataku sudah penuh dan sembab mengingatmu. Kangen akan semuanya.     ….Al-fatihah….


Rabu, 03 Juni 2015

Petir Itu..........#NulisRandom2015

Hari ke-3 masih memompa  jemari untuk ketak dan ketik, mencoba untuk berada di pusaran menulis. Dan yang dirasakan memang berat yaaaa……pagi gak sempat nulis, siang merasa sibuk dengan pekerjaan lalu baru sempat dimalam hari jelang tidur. Tak apalah, mencoba menulis di hari ke-3.

Semalam turun hujan dengan derasnya. Petir sempat terdengar beberapa kali. Sudah cukup larut malam saat hujan akhirnya menderas. Tapi aku masih terjaga, baru selesai membuat draft tugas, bersiap masuk kamar dan berdoa agar tidak mati lampu. Sedikit trauma dengan petir dan hujan, karena beberapa bulan lalu petir membuat saya mesti memecah celengan ayam saya..hiks..hiks..hiks…

Saat pulang kerja, bau seperti ada sesuatu yang terbakar. Ternyata setelah lampu menyala yang saya dapati adalah TV yang ada diruangan santai aku berasap, meledak. Rupanya disamber petir. Mulai ngeri….lalu mencoba mengecek semuanya dan akhirnya saya menangis karena laptop saya tidak berfungsi, charger hp demikian juga. Modem Wi-Fi hancur, semua alat elektronik yang menggunakan adaptor tidak berfungsi lagi. Sedih??? Bangeeet. Alhamdulilah frezer tempat aku menyimpan sosis tidak ikut menjadi korban keganasan petir.

Esok paginya, sibuklah petugas PLN yang memperbaiki jaringan listrik di rumah, lalu dari Telkom memperbaiki jaringan internet speedy yang mati dan harus membeli beberapa yang baru. Saat sedih, saya coba laptop dinyalakan dengan charger milik anak kost. Menyalaaaaaaa!! Waah alhmdlh,benda kesayangan ku tidak rusak. Ternyata chargernya saja yang rusak. Awalnya saya sudah gak puny aide lagi bagaimana caranya membeli laptop dengan uang tabungan yang menipis ini. Alhmadlh.
Dan akibatnya sekarang setiap turun hujan dengan deras plus petir, saya merasa khawatir dengan barang-barang tersebut.


Dan saya menjadi lebih hati-hati jika harus tinggalkan rumah. Lepaskan atau matikan aliran listrik yang menggunakan adaptor. Semoga tidak pernah lagi saya mengalami kejadian seperti itu. Lompatan petir mampir ke rumah. Tetap bersyukur, dihindari dari kejadian konsleting yang akibatnya bisa lebih fatal lagi.

Selasa, 02 Juni 2015

Saat Demam Menyerang# NulisRandom2015

Horeee…..libur lagi, setelah kemaren berada di hari Senin.  Banyak orang yang tidak suka dengan hari Senin, lantas apakah benar mereka membenci hari Senin?..,menurut saya, bukan hari Seninnya yang tidak disukai….namun karena tidak liburnya. Bener gak sih??...Seandainya saat Senin datang dan merupakan Senin tanggal merah…pastilah kita semua akan berkata “horeee Senin”, begitu kan?... Dan bagi para jomblowan serta jomblowati jangan pernah benci hari Senin, bisa jadi kamu akan ketemu jodohmu di hari Senin..:D

Okey…saya tidak akan membahas tentang senin apalagi tentang jomblo, cerita itu lain kali saja. Saya ingin bercerita tentang obat demam. Lhaaaa….gak ada hubungannnya nih. Ada dong…sangat erat hubungannya dengan aku, karena aku sedang demam. Bukan demam karena Gegana (Gelisah, Galau, Merana), bukan pula demam karena Rindu…, karena rinduku padamu sudah aku pangkas habis, huuuush…jangan curcol. Demam ya..demam dimana suhu tubuh saya naik nih. Tidak seperti biasanya. Suhu tubuh normal berkisar antara 36 sd 370C, jika lebih dari 410C namanya bukan demam lagi tapi Hiperpireksia.  Mengapa terjadi demam? Bisa karena factor infeksi maupun non infeksi. Sepertinya saat ini demamku karena suhu diluar yang terlalu tinggi, atau karena suara parau ku yaa….
Lalu obat apa yang sudah saya minum untuk mengatasi demamku ini?...paracetamol? Benar, ini adalah obat demam terpopuler, jika ada 7 obat demam terpopuler saya yakin no urut pertama adalah paracetamol. Cobalah pergi ke apotek terdekat, maka keluhan demam anda akan diberikan solusinya berupa tablet dengan zat aktif paracetamol. Nama brand atau merk dagangnya banyak. Ada Pamol, Sanmol, Bodrex atau yang paling ngetop adalah Panadol. Coba perhatikan isi/kandungan dari obat tersebut, disebutkan dengan nama paracetamol, atau ada juga yang menyebutkan acetaminophen. Jadi nama lain dari paracetamol adalah acetaminophen. Obat ini begitu mudah diperoleh, bahkan ada yang diminum berkali-kali  karena kesal demam tidak juga turun. Waaah…..apakah paracetamol tidak menyebabkan toksik atau keracunan jika kita minum dengan aturan yang tidak sesuai?. Ingat yaa..obat adalah racun. Overdosis paracetamol jika dikonsumsi dalam jumlah besar dalam waktu kurang dari 8 jam.  7.5-10 gram bisa berakibat toksik (.Frust & Ulrich, 2007)  dan toksik pada hati atau disebut hepatotoksisitas. Saya mengingatnya 4 gram atau 8 tablet jika satu tabletnya 500 mg sebagai dosis maksimum yang masih diizinkan,   Nah….apakah ada hubungan demam karena rindu akhirnya bisa menyebabkan sakit hati..hahahahah….#lupakan..

Kematian bahkan bisa terjadi jika konsumsi sampai dengan 15 gram. Mungkin sekarang saat anda meminum obat demam ada yang komposisinya selain paracetamol ada tambahan bernama N- N-acetylcystein. Ini adalah antidotumnya untuk mencegah kerusakan hepar alias hati. Digunakan juga jika terjadi overdosis dengan paracetamol ini.

Obat ini begitu mudah didapat maka diluar sana, paracetamol banyak digunakan untuk bunuh diri. Sereeem yaaa. Jadi hati-hati yaaaa menggunakan obat penurun demam dan penghilang nyeri ini. Jika memang sudah minum penurun demam sesuai dosis yang dianjurkan dan tidak turun juga saatnya kita pergi ke dokter, supaya cepat diketahui penyebabnya. Sudah ke dokter dan masih demam juga??coba perhatikan dokternya….apakah dia penyebab demamnya hahaha (demam dalam arti yang lain deh..:D). Serius nih, jika demam tidak turun juga saatnya periksa ke dokter yaa. semoga demamku turun nih, sudah dilawan dengan paracetamol tablet. semoga penyebab demamku ku ini bukan meradang karena mu..eeeeaaaaa
*



Senin, 01 Juni 2015

Ketika Juni Datang

Masih diawal Juni, tepat setengah perjalanan dari waktu yang disebut setahun. Dan hujan yang sore tadi membatalkan diri untuk basahi tanah di halaman, membuat Juni lebih lengkap dengan terik mataharinya. Ya..seminggu ini udara di tempat kami cukup membuat kulit terbakar, dan menyengat di kepala. Bagaimana tidak jika suhu yang ditunjukkan berada di posisi 340 C. Panas sekali bukan?. Tidak cukup dengan suhu yang membuat keringat menetes, aliran listrik dirumah pun ikut dipadamkan, cukup sempurnalah kejadian hari libur kemarin. Tak ada yang bisa dilakukan, tumpukan setrikan tidak berubah, air di bak penampung belum sempat terisi, lalu segenap pekerjaan lain yang direncanakan hanya tinggal kenangan. Tugas menulis belum disentuh, coach sudah beri deadline tanggal pengiriman. Ingin ikut kegiatan Nulis Random pun tiba-tiba menjadi hilang. Apa yang bisa aku lakukan, dengan listrik yang padam?
Ahaaaa…..tiba-tiba saat membuka lemari pakaian terlihat tumpukan pakaian yang sudah tidak ada diposisinya, tidak lagi dalam kelompoknya, dan mulai miring kiri miring kanan. Akhirnyaaaaa…………..kedua tangan bergerak, keluarkan pakaian, pilah pilih, dicari yang satu kelompok, satu turunan atau satu derivate hahaha. Dua jam merapikan semuanya, mendapat  beberapa lembar pakaian yang sudah tidak cukup dengan ukuran badan saya (dah lumayan gedhe), dan mulai terlihat hasilnya…tertata rapi. Sukaaaaa sekali saya melihatnya.
Gak cukup lemari, tempat tidurpun mulai digarap, seprei biru berganti merah, membuat lebih terang, lanjut dengan rapikan buku yang bertebaran dimana-mana. Dimeja, di kursi, samping tempat tidur, di atas laptop. Ahaaaayy……seminggu lalu memang saya tidak menyentuh ruangan ini, terlalu banyak yang terlambat saya kerjakan, management waktu sangat berantakan.
Sholat dhuhur, lalu berkipas-kipas, dan tidak terasa akhirnya tidur.

Hampir jam 5 sore terbangun, dan listrik sudah menyala. Bergerak isi bak penampung, nyalakan lampu dan sebagainya. Teringat tulisan di Nulis Random, tapi apalah daya…ide sudah hilang terbawa panasnya hari. Tapiiii pagi tadi seorang teman mengirimkan link blognya dengan tagar Nulis Random, waaaah jadi semangat lagi.
Maka malam ini, masih di tanggal satu Juni, bertekad untuk mulai menulis di Nulis Random setiap hari selama Juni 2015. Semoga tidak patah hati untuk kesekian kalinya, karena terkadang semangat dan kemauan menulis hilang entah kemana. 
#Nulis Random 2015