Jumat, 06 Juni 2014

Belajar dari Kepiting

10 April, hampir pukul 6 sore
sambil mengemasi isi tas yang porak poranda*kebiasaan buruk* bersiap untuk pulang. Salah seorang teman mengingatkan tentang perubahan jadwal shift kerja, agar tak lupa. Di tempat saya, setiap tgl 11 adalah hari baru karena atasan saya biasanya melakukan reshuffle para krunya hehehe. Owwww..ternyata teman satu motor yang biasanya pulang bareng, tgl 11 ini ikut dalam kru yg mengalami reshuffle. Wahhh..kita berpisah...maka kita berpelukan teriak kami berdua, sambil saling memberikan pelukan erat.

Lewat pukul 6 sore
Masih di atas motor, mengantar teman pulang. Tapi kali ini tak berhenti di halte biasa. Masih melaju dan berhenti didepan warung makan malam. Ayooo makan kepiting, merayakan perpisahan sekaligus membuat dia untuk tidak takut akan kepiting, ajakan yang terlontar saat kuberhentikan motor. Temanku yang satu ini aneh banget. Dia yakin bahwa dia akan alergi, gatal, bengkak dan lain sebagainya, jika makan kepiting. Padahal dia belum pernah sekalipun makan kepiting. Aneeehh kan?? Belum dicoba tapi sudah memvonis diri....aneeehhh....:)
Dengan sedikit merayu,..,”coba dulu yaa, ntar kalo alergi kita balik lagi ke RS heheh”... Dan akhirnya rayuan saya berhasil menghipnotis dia.*senyum kemenangan*

Hampir pukul 7
Yummmmyyyy...satu porsi udang saos padang siap digoyang diatas lidah. Bombay bercampur dengan irisan cabe rawit plus saos dengan wangi yang khas. Jari tanganku bersiap beradu dengan cangkang, dan engsel-engselnya. Berusaha menarik semua isi yang tersembunyi dibalik kerasnya cangkang kaki kepiting. Nikmat!! sensasi ini yang buat kangen dengan kepiting. Nah...dia mengambilnya pelan. Membolak-baliknya, masih galau rupanya untuk ikut mengobrak-abrik cangkang kepiting ( galau= gelisah antara lanjut apa udahan )..:D Akhirnya aku mencoba hipnotis lagi dengan bercerita..*hobi cerita* heheh





“ kepiting itu banyak akan sifat. Dapat buruk dapat juga baik. Cangkangnya keras namun itu untuk melindungi isinya yang begitu lembut, putih bersih. Sambil kupamerkan isi cangkang yg berhasil ku keluarkan. Untuk mendapatkannya tak mudah, jari kita mesti ikut meliuk-liuk mengikuti ulir dari cangkang, bahkan alat tukangpun sampai bergabung di piring. “Tang” siap membantu memecahkan kilatan orange ini. Tapi semua terbayar saat kita mulai menaruh daging putih itu diatas lidah kita..makkkknyyooss. Hal yang menarik dari cangkang kepiting ini dan terjadi di sekitar kita, penilaian terhadap seseorang tak hanya dari tampilan luar saja/ cover, walaupun tak kita pungkiri cover sangat mempengaruhi nilai tersebut. Namun ‘isi” punya point besar. Proses adalah hal yang paling membanggakan. Rasa bahagia terasa kala melewati perjuangan untuk memperoleh yang kita inginkan dan yg kita ingat adalah proses melewati itu semua. Ceritaku terputus, ku lihat dia sudah mulai asik dengan kepiting. Jari tangannya sudah sibuk beputar- putar memainkan peran sebagai pencari harta karun. Rupanya hipnotisku mulai berpengaruh. Ceritaku berlanjut lagi akan sifat buruk kepiting. Tak ada satupun kepiting yang rela temannya sukses melarikan diri. Tak pernah bahu membahu*mungkin krna tak punya bahu* membantu temannya. Kepiting akan selalu berebut, saling menarik, saling menjatuhkan jika mereka kita tempatkan dalam satu wadah, sehingga biasanya kepiting akan mati bersama. Karena tak pernah rela jika temannya akan selamat. Inilah yang kita sebut dengki. Sifat binatang berkaki 10 ini tidak boleh merasuk dalam tubuh kita, meski kita menggemarinya. Bukankah membuka kesuksesan seseorang adalah sukses buat kita, ..ini kata bang Ippho. Righhtttt??
Ku tatap piring di depanku. Tak disangka akhirnya 2 kepiting besar sudah porak poranda di piring temanku. Alhamdulillah, temanku berhasil menaklukan rasa takutnya. Meski sempat jarinya tergores tapi tak buat nyalinya ciut.

Jadi gimana??....tanyaku saat usai dan mulai mengeringkan tangan dengan tisue. Dengan semangat, dia balas...”Ga takut lagi sebelum dicoba, perlu perjuangan untuk mendapatkan yang kita inginkan, dan lihat isinya sebelum kita memberikan penilaian”. Hahahaha..saya tertawa saat dia menutup makan malam ini dengan kesimpulan. Yaaa...kehidupan itu sangat begitu menarik, sayang jika dilewatkan begitu saja, selalu ada cerita. Terkadang membuat leleh, senyum kecut, namun banyak juga membuat kita  tertawa. pagi,.....kucari berita tentang dirinya..alhmdlah..dia baek2 saja, ga gatal2,ga alergi dan minta tantangan lagi ......senangnya karena hari itu dia berhasil menjadi penemu.., penemu tentang apakah dia bisa makan kepiting apa nggak..hehehe