Senin, 11 Desember 2017

Lingkaran

Saat kita berkumpul dengan banyak orang, maka membentuk lingkaran adalah cara yang paling sering dilakukan entah dengan duduk melingkar maupun berdiri melingkar. Makan bersama dengan melingkar, diskusi dengan melingkar, ngobrol santai lebih terasa nyaman dengan melingkar dan paling enak menikmati api unggun pun dengan duduk melingkar.

Mengapa dengan bentuk melingkar menjadi pilihan?..ya saya tahu, anda akan menjawab jika bentuk jajaran genjang itu sulit, apalagi trapezium hahaha. Iya kan?

Saya mengetahui bentuk melingkar itu mengandung makna yang dalam saat saya mengikuti sebuah kegiatan training, dimana setiap diskusi kelompok maka selalu diusahakan dalam bentuk melingkar/lingkaran. Terkadang melingkar rapat tanpa celah hingga lutut saya bersentuhan dengan lutut teman sebelah. Namun ada pula kondisi lingkaran yang tidak terlalu rapat. Saat melakukan ini, saya merasakan banyak manfaatnya. Dan memang melingkar mengadung makna yang dalam.  Yuuk kita perhatikan.

Saat duduk berdekatan dengan bentuk lingkaran maka energy positif akan saling menguatkan antara satu dengan lainnya, dan mencegah energy negative masuk ke dalam diri kita. Kita merasa dekat antara satu dengan lainnya, merasakan satu kesetaraan, satu frekuensi. Akibatnya saat kita berbicara atau berdiskusi kita akan merasa lebih rileks.

Selain itu dengan duduk melingkar maka energy yang dikeluarkan jugan tidak terlalu besar untuk berbicara atau bergerak sehingga lebih efektif dan efisien juga.
Apalagi ya?? Oh yaa…duduk melingkar membuat kita menjadi lebih mudah mengenal satu dengan lainnya. Oleh sebab itu cobalah saat anda sedang memimpin diskusi kelompok kecil, buatlah lingkaran dengan rapat, dan rasakan manfaatnya.  Begitu pula saat hendak mengenal satu dengan lainnya, maka bentuklah lingkaran.

Lingkaran adalah garis tak putus, maka yang diinginkan dari semua yang ada dalam lingkaran tersebut adalah simpul-simpul yang membuat perjalanan tak pernah putus, begitu pula silatrahmi. Melingkar menimbulkan kehangatan, coba deh perhatikan ular. Hidupnya diam melingkar heheh. Eh, ini semua penafsiran  ala bule_tati yaaaa……hehehe.


Turbulensi Kehidupan

Kencangkan sabuk pengaman, jangan panik dan tetap di tempat!. 

Begitu kira-kira pesan peringatan ketika kita mengalami guncangan tidak menyenangkan saat bepergian dengan pesawat. Mungkin saat itu pesawat sedang mengalami turbulensi. Pada tingkat tertentu yang cukup parah, tentu turbulensi ini membahayakan keselamatan.

Rasanya tidak asing dengan istilah turbulensi jika kita bicara tentang pesawat, tentang penerbangan. 
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, turbulensi adalah sebuah gerak bergolak tidak teratur yang merupakan ciri gerak zat alir. Sebuah ketidakberaturan itulah inti dari turbulensi menurut saya
.

Hal ini bisa saja kita alami dalam perjalanan kehidupan. Saat merasa sisi kiri kanan sempit, tidak stabil, membuat limbung dan hampir membuat kita terjatuh, saat merasa tubuh ini bergetar terhadap apa yang terjadi, maka kita seakan-akan mengalami turbulensi. Saya memberi sebutan kondisi seperti ini adalah sebuah turbulensi kehidupan. 

Kejadian ketidakberaturan, ketidakstabilan yang dialami karena hadirnya faktor dari dalam maupun luar diri kita. Pijakan harus diperkuat, cara berpikir harus diubah, kreativitas mesti diasah dan energi harus dikeluarkan agar tercapai kembali sebuah keteraturan. Turbulensi kehidupan bukanlah hal yang harus ditakutkan, namun dinikmati karena didalamnya kita akan merasakan sebuah lompatan-lompatan energi yang tinggi.  

Jika seorang pilot pesawat menyatakan bahwa turbulensi adalah bagian dari terbang, maka saya beranggapan bahwa turbulensi juga bagian dari kehidupan. Tidak nyaman namun akan bergerak menjadi nyaman, tidak stabil dan akan bergerak ke arah yang lebih stabil. 

Energi positif biasanya akan melompat dengan dahsyat dalam sebuah ketidakberaturan. Semakin dekat dengan-Nya, merasakan rasa syukur yang dalam dan hidup akan terasa lebih hidup. Mari hadapi dengan tenang jika saat ini anda sedang mengalaminya. Tidak berbahaya, akan membuat hidup menjadi lebih hidup.