Senin, 02 Februari 2015

Kisah di Minggu Pagi


Hujan  baru reda, begitu pula pekerjaan hari minggu ini. Meja makan sudah rapi kembali, sarapan yang dibuat habis disantap oleh suami dan anak-anak. Pagi tadi aku membuat sayur bayam dengan jagung pipil manis, goreng bandeng presto dan tentu sambel mentahan kesukaan suamiku, sedangkan untuk anak-anak aku buatkan perkedel kornet plus sosis . Sarapan di minggu pagi adalah hal yang menyenangkan karena tidak perlu terburu-buru mengantar suami juga  si kembar ke sekolah TK. Minggu pagi bagi kami adalah ajang bersantai dirumah, bermain bersama anak-anak, terkadang aku isi dengan membuat kue kesukaan anak-anak, Terlebih seperti saat ini, hujan menambah keasikan kami bersantai, film kartun dan remote tv berebutan  tak mau berbagi. 


Hari ini, Kinanti putri tante Nitta berulang tahun. Kado sudah disiapkan, dan harusnya kami berangkat jam 9 pagi ini, tapi ternyata Tante Dian bbm aku, akan mampir ke rumah sehingga nanti berangkat bareng menjelang siang. Nitta dan Dian adalah sahabat saat kuliah dulu, alhmdlah kami tidak putus kontak walau jarang untuk meet up ato kopdar. 
Si kembar sibuk dari kemarin ikut membeli dan membungkus kado untuk kaka kinan, dan ingin cepat-cepat berangkat untunglah ada film kartun yang membuat mereka mau bersabar menunggu Tante Dian.  Aku ini termasuk kelompok “telat” menikah kata sebagian orang, namun alhmdlah di kehamilan pertama ternyata anak kami kembar, dan betapa tambah berbahagianya kami saat memeriksakan kehamilan ternyata kembar laki-perempuan. Akhirnya satu kali melahirkan aku sudah punya dua anak. Jadi pede kalo ketemu teman lama yang menanyakan “anak lo brapa’?.....dua jawab aku dengan pasti heheh. Aku sendiri tidak tau dari mana keturunan kembarnya, tapi setelah usut punya usut suami aku itu waktu lahir kembar dengan Reza Rahadian tapi beda rahim wkwwk. Dan ini benar lho....banyak yang bilang mirip Reza, menurut aku sih beda, suamiku cenderung mirip Afgan :D. Sambil menunggu tante Dian datang, aku menyiapkan pakaian suami serta perlengkapan lainnya karena senin subuh suami harus sudah terbang ke Surabaya ada kegiatan seminar di kampus.Mengantar ke SuTa esok subuh menjadi agendaku. Sejak menikah aku memutuskan menjadi SAHM alias Stay At Home Mom,mengundurkan diri dari perusahaan tempat saya bekerja puluhan tahun, lalu mendapat karunia menjaga si kembar, manager di rumah serta slalu siap sedia disamping suami. Namun tetap, aku masih beraktivitas diluar rumah untuk sekedar mengajar dengan waktu terbatas.
""Bundaaaa….., Tante Dian datang..teriak si kembar..saat terdengar bunyi klakson mobil dipintu pagar. Wah..Raga dan Rigu berlarian kesana kemari ingin membantu membuka pintu pagar. Ayahnya jadi kesal dibuatnya hahah, ikut menarik-narik pintu pagar.  Oya..nama anak kembarku TRAGA dan TRIGU..:D, oleh sebab itu aku memanggilnya Raga dan Rigu, kata suamiku ini berasal dari bahasa sansekerta. Ceritanya saya akhiri ya, ini cerita fiktif  beneran fiktif walopun ada juga yg benerannya..:D