Selasa, 31 Desember 2019

Pentingnya Mengetahui Ukuran Sendok Obat



Apa yang dilakukan ketika harus meminum obat dalam bentuk sirup? Tentu dengan menggunakan sendok ya. Nah, saat saya memberikan edukasi seputar penggunaan obat, sebagian besar masyarakat masih menggunakan sendok rumah tangga yang ada di rumah sebagai sendok takar obat. Jika tertulis sendok teh, maka digunakan sendok kecil atau sendok teh di rumah. Jika dinyatakan sendok makan obat, maka sendok yang dijadikan sebagai sendok takar adalah sendok besar yang biasa digunakan saat makan.

Tepatkah jika sendok takar obat diganti dengan sendok teh atau sendok makan tersebut?

Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita perhatikan sendok yang ada di rumah. Setelah diamati meski namanya sendok teh atau sendok kecil, bentuknya bisa bermacam-macam. Cekungannya pun berbeda. Ada yang sangat cekung, ada yang sedikit saja cekungnya. Ada yang bentuknya lonjong, ada yang cenderung bulat. Begitu pula dengan sendok makan di rumah, bentuk dan cekungannya berbeda-beda. Saya pernah mengisi sendok yang ada di rumah dengan air, kemudian saya ukur berapa volume dari sendok tersebut. Ternyata sendok teh yang ada di rumah, ukurannya sekitar 2.5-3 mililiter. Sedangkan sendok makan yang biasa saya gunakan berukuran 8 mililiter. Ini  baru satu contoh, bisa jadi sendok di rumah Anda volumenya berbeda dengan yang saya miliki. Bukankah banyak sekali variasi bentuk sendok sekarang ini.

Berapa ukuran sendok obat?

Sendok obat yang dimaksud dalam takaran obat mempunyai volume yang sama. Berdasarkan buku panduan dalam kefarmasian, sendok teh yang dimaksud dalam takaran obat adalah sendok berukuran 5 mililiter, sedangkan sendok makan berukuran 15 mililiter (ml). Dalam kemasan obat biasanya sudah tersedia sendok takar obat yang dimaksud. Bentuknya bisa berupa sendok, atau bentuk cup seperti tutup botol. Keduanya dilengkapi batas volume tertentu.  Sehingga memudahkan konsumen saat akan menggunakannya. Angka yang tertera pada umumnya 1 ml, 2.5 ml, 5 ml, 7.5 ml sampai 10 ml.

Dalam kemasan obat berbentuk drop/tetes pun dilengkapi alat untuk mengukur dosisnya. Bentuknya bukan sendok melainkan pipet tetes. Di pipet ini tertera juga batas garis yang menunjukkan volume. Lihat angka yang tertera lalu ambil sejumlah obat sesuai dengan kebutuhan. Jika harus dikonsumsi dalam satuan tetes maka tinggal ambil sejumlah obat lalu teteskan. Ukuran besarnya tetesan pun ada ketentuannya. Jadi jika pipetnya sudah pecah ujungnya atau tidak utuh lagi, jangan digunakan.
Dengan mengetahui ukuran standar dari sendok takar obat, maka kita dapat menjawab pertanyaan di atas. Bahwa menggunakan sendok rumah tangga untuk minum obat itu keliru, tidak tepat karena volume sendoknya berbeda.  Tidak sesuai dengan dosis yang disarankan.  Jika harus minum 1 sendok teh, maka ukurlah obat hingga  5 ml. Jika yang diminta 1 sendok makan, maka obat ditakar hingga 15 ml. Bagaimana seandainya tidak ada sendok atau cup yang berukuran 15 ml? Anda tinggal menggunakan sendok teh obat yang berukuran 5 ml sebanyak tiga kali, sehingga total obat yang diminum tetap 15 ml atau setara dengan 1 sendok makan obat.

Mengapa minum obat harus sesuai sendok takar obat?

Saat mengkonsumsi obat dengan takaran yang tidak sesuai, maka akan timbul masalah. Obat sudah dibuat sedemikian rupa agar dapat memberikan hasil maksimal sesuai harapan. Salah satu syaratnya menggunakan dosis sesuai anjuran.  Obat batuk misalnya, akan memberikan efek maksimal pada orang dewasa dengan cara diminum 1 sendok makan obat atau 15 ml. Namun, dikonsumsi dengan menggunakan sendok makan rumah yang volumenya hanya 8 ml. Apa yang yang akan terjadi ? Ya, obat tersebut tidak bekerja dengan maksimal. Batuk tidak kunjung reda, karena  jumlah yang harus diminumnya kurang. Begitu pula saat minum obat demam misalnya. Seorang anak yang seharusnya minum obat sebanyak 5 ml, ternyata hanya minum 2.5 ml karena menggunakan sendok teh rumah bukan sendok teh obat. Saat demam tidak turun, bisa jadi karena dosis yang diberikannya tidak sesuai.

Berkurangnya dosis obat bisa mengakibatkan resistensi antibiotik jika obat yang digunakan kelompok  antibiotik. Bakteri jahat yang seharusnya dimatikan dengan dosis tertentu, akhirnya hanya pingsan atau melemah saja, karena jumlah obat yang diminum tidak sesuai jumlahnya.
Selain itu, dosis obat pun bisa saja berlebih jika tak menggunakan sendok takar obat. Dan ini berbahaya bukan?

Yuk, mulai sekarang gunakan sendok takar obat yang sesuai dengan anjuran.. Mintalah sendok takar obat kepada apoteker, jika Anda tidak mendapatkan sendok takar obat 
Cerdas menggunakan obat dapat mengurangi risiko kesalahan penggunan obat  Menggunakan takaran yang sesuai salah satunya, agar aman dan efektif.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar